TUGAS
INDIVIDUAL:
D
I
S
U
S
U
N
OLEH :
GURU
PEMBIMBING :
IBU
JULIANI Sp.d

T.P 2012/2013
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan
kehadirat tuhan yang maha esa (tyme), berkat kasih karunianya saya dapat
menyelesaikan makalah ini dalam bentuk individual yang berjudul “ keluarga
sebagai lembaga pengendalian sosial”.
Materi ini membahas tentang peranan sebuah keluarga itu
dalam lembaga pengendalian sosial. Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga
institusi pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan. Jadi,
keluarga adalah salah satu lembaga Pengendalian sosial, karena selain
pendidikan, agama, adat istiadat, seseorang anak akan mendapat teguran, nasehat
ataupun norma serta nilai dari keluarga. Keluarga juga memiliki peranan besar
dalam mendidik seorang anak, karena keluarga lembaga pertama yang dikenal oleh
anak sejak lahir. Keluarga juga berfungsi untuk membentuk karakter anak,
mengajarkan norma, nilai, serta mewariskan nilai budaya.
Saya
menyadari bahwa makalah ini memiliki kelemahan dan kekurangan. Oleh sebab itu,
saya membutuhkan dukungan berupa saran dan
kritik untuk membuat makalah ini menjadi lebih baik lagi. Saya juga berterima
kasih atas dukungan teman-teman sehingga makalah ini dapat terselaikan dengan
sebaik mungkin. Dan juga kami berterima kasih kepada guru pembimbing kami yang
telah mengarahkan dan membina dan memberikan kami tugas mandiri dalam pelajaran
sosiologi tentang keluarga sebagai lembaga pengendalian sosial. Akhir
kata kami berharap makalah ini dapat bermanfaat buat kita semua.
TERIMA
KASIH!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!
PENYUSUN
BASTA
NIUS ZEGA
DAFTAR ISI
Kata pengantar
................................................................................................................................ i
Daftar isi
.............................................................................................................................................
ii
Pendahuluan.....................................................................................................................................
BAB 1Pengertian
keluarga.......................................................................................................... Pengertian keluarga menurut para
ahli sosiologi................................................
BAB
2 Keluarga sebagai lembaga
pengendalian sosial................................................... Fungsi dari pranata
keluarga........................................................................................
fungsi keluarga sebagai institusi atau lembaga social……………………………..
BAB 3 fungsi keluarga dalam sosiologi..................................................................................
Fungsi
keluarga...................................................................................................................
PENDAHULUAN
Keluarga adalah unit social yang terkecil
dalam masyarakat. Dan juga institusi pertama yang dimasuki seorang manusia
ketika dilahirkan. Keluarga adalah unit
social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga institusi pertama yang dimasuki
seorang manusia
ketika dilahirkan, Keluarga adalah unit
social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga institusi pertama yang dimasuki
seorang manusia
ketika dilahirkan
BAB 1 PENGERTIAN KELUARGA
|
Keluarga
|
Keluarga
adalah salah satu kelompok atau kumpulan manusia yang hidup bersama sebagai
satu kesatuan atau unit masyarakat terkecil dan biasanya selalu ada hubungan
darah, ikatan perkawinan atau ikatan lainnya, tinggal bersama dalam satu rumah
yang dipimpin oleh seorang kepala keluarga dan makan dalam satu periuk.
- Berikut keluarga menurut ahli sosiologi :
1. Duvall
dan Logan (1986) Keluarga
adalah sekumpulan orang yang dengan ikatan Perkawinan, kelahiran, dan adopsi yang bertujuan untuk
menciptakan,mempertahankan budaya, dan meningkatkan perkembangan fisik, mental,
emosional serta social dan tiap anggota keluarga.
2. Bailon dan Maglaya (1978) Keluarga adalah dua atau lebih
individu yang hidup dalam satu rumah tangga karena adanya hubungan darah,
perkawinan atau adopsi. Mereka saling berinteraksi satu dengan yang lain,
mempunyai peran masing-masing dan menciptakan serta mempertahankan suatu
budaya.
BAB 2 KELUARGA SEBAGAI LEMBAGA PENGENDALIAN SOSIAL
Keluarga memiliki peran besar dalam
membentuk karakter seseorang kaitannya dengan perilaku sosial yang dilakukannya
dalam masyarakat. Sebagai tempat pendidikan anak yang pertama dan utama, aturan
dan kedisiplinan yang diterapkan dalam keluarga akan sangat memengaruhi sikap
dan dan perilaku seseorang.
Keluarga memang bisa digunakan sebagai sarana/lembaga
pengendalian sosial.Hal ini sangat terkait dengan fungsi dari Pranata Keluarga.
Dalam buku karangan D.Narwoko,2007, disebutkan beberapa
Fungsi Dari Pranata Keluarga, Yaitu:
1. fungsi pengaturan keturunan.
2. fungsi sosialisasi dan pendidikan.
3. fungsi ekonomi
4. fungsi proteksi
5. fungsi penentuan status.
6. fungsi pemeliharaan
7. fungsi afeksi.
Untuk melakukan pengendalian sosial dapat dilakukan dengan alat pengendalian sosial yang disebut pendidikan. Salah satu fungsi keluarga adalah pendidikan, maka keluarga dapat digunakan untuk melakukan pengendalian sosial. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh keluarga dapat cara persuasif, misalnya anak diajarkan tentang nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Juga pengendalian sosial oleh keluarga dapat bersifat preventif, artinya suatu upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mencegah terjadinya pelanggaran sosial yang dilakukan oleh anggota keluarga.
Secara umum pengendalian sosial di keluarga dilakukan oleh orang tua terhadap anak.Namun dapat juga terjadi sebaliknya, seorang anak dapat melakukan pengendalian sosial terhadap orang tuanya, yang dinilai akan/telah melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku. Karena pada hakekatnya pranata ( pranata keluarga ) merupakan kesatuan sosial yang tidak dapat dipisahkan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.
1. fungsi pengaturan keturunan.
2. fungsi sosialisasi dan pendidikan.
3. fungsi ekonomi
4. fungsi proteksi
5. fungsi penentuan status.
6. fungsi pemeliharaan
7. fungsi afeksi.
Untuk melakukan pengendalian sosial dapat dilakukan dengan alat pengendalian sosial yang disebut pendidikan. Salah satu fungsi keluarga adalah pendidikan, maka keluarga dapat digunakan untuk melakukan pengendalian sosial. Pengendalian sosial yang dilakukan oleh keluarga dapat cara persuasif, misalnya anak diajarkan tentang nilai-nilai sosial yang berlaku di masyarakat. Juga pengendalian sosial oleh keluarga dapat bersifat preventif, artinya suatu upaya yang dilakukan oleh keluarga untuk mencegah terjadinya pelanggaran sosial yang dilakukan oleh anggota keluarga.
Secara umum pengendalian sosial di keluarga dilakukan oleh orang tua terhadap anak.Namun dapat juga terjadi sebaliknya, seorang anak dapat melakukan pengendalian sosial terhadap orang tuanya, yang dinilai akan/telah melakukan pelanggaran terhadap norma yang berlaku. Karena pada hakekatnya pranata ( pranata keluarga ) merupakan kesatuan sosial yang tidak dapat dipisahkan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lain.
FUNGSI KELUARGA SEBAGAI INSTITUSI ATAU LEMBAGA
SOSIAL
- Memenuhi kebutuhan manusia
- Membatasi kebutuhan manusia
- Menjaga keutuhan masyarakat, menciptakan keharmonisan hidup masyarakat.
BAB 3 FUNGSI KELUARGA DALAM SOSIOLOGI
Fungsi keluarga
1. Fungsi-Fungsi
Pokok Keluarga
Pada dasarnya fungsi-fungsi pokok keluarga yakni fungsi yang sulit dirubah dan
digantikan orang lain. Fungsi-fungsi pokok itu antara lain :
a. Fungsi
Biologik / Reproduksi -> melanjutkan keturunan
Keluarga merupakan tempat lahirnya anak-anak. Fungsi biologik orang tua ialah
melahirkan anak. Fungsi ini merupakan dasar kelangsungan hidup masyarakat.
Namun fungsi ini cenderung mengalami perubahan karena keluarga sekarang
cenderung memiliki jumlah anak yang sedikit.
b. Fungsi
Afeksi
Hubungan afeksi dalam keluarga tumbuh sebagai akibat hubungan cinta kasih yang
menjadi dasar perkawinan. Dari keluarga inilah lahir hubungan persaudaraan,
persahabatan, kebiasaan, identifikasi, persamaan pandangan terhadap nilai-nilai.
Dalam masyarakat yang makin impersonal, sekuler dan asing, pribadi sangat
membutuhkan hubungan afeksi seperti yang terdapat dalam keluarga.
KATA PENUTUP
Sekian dan terima kasih atas segala perhatian, motivasi
dan dukungan sehingga makalah ini dapat diselesaikan. Kami sangat berterima
kasih pada tema-teman yang telah memberikan dukungan berupa saran dan kritikan.
Terlebih-lebih kami berterima kasih atas panduan dan bimbingan dari guru
pengasuh pelajaran SOSIOLOGI, sehingga kami sebagai siswa membuat wawasan dan
pemikiran kami lebih luas akan materi ini.
Kesan :
Di dalam membuat dan
menelesaikan tugas ini kami mendapat pengalaman bagaimana peranan keluarga dalam pengendalian sosial. Dan fungsi
keluarga dalam sebuah keluarga itu. dan juga dalam menyelesaikan makalh ini
beberapa kendala yang kami hadapi : jasa pengetikan, jasa internet yang rumit
untuk ditelusuri.
Pesan :
Kami berharap teman-teman dapat
memahami materi ini dan menggunakannya sebaik mungkin.
KESIMPULAN
Sebuah keluarga sangat memiliki peran penting dalam mengatur karakter seorang anak, karena keluarga lembaga pertama yang dikenal anak sejak lahir. Dan keluarga juga berfungsi untuk membina watak dan moral anak agar tidak melakukan penyimpangan dalam keluarga maupun masyarakat.!!!!!
Sebuah keluarga sangat memiliki peran penting dalam mengatur karakter seorang anak, karena keluarga lembaga pertama yang dikenal anak sejak lahir. Dan keluarga juga berfungsi untuk membina watak dan moral anak agar tidak melakukan penyimpangan dalam keluarga maupun masyarakat.!!!!!
DAFTAR PUSTAKA
Kartini Kartono, Dr. “Psikologi Anak (Psikolog Perkembangan), Bandung”,
Bandar Maju. 1990.F. J. Monks. Prof. Dr. Dkk. “Psikologi Perkembangan Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya”, Yogyakarta, Gaja Mada University Press, 1992.
M. Ali Hasan. Drs. “Tuntunan Akhlak”, Jakarta, Bulan Bintang, 1978.
Zakiyah Darajat, Dr. “Kesehatan Mental”, Jakarta, Gunung Agung, 1975.
Abdul Azis Ahyadi. H. Drs. “Psikologi Agama Kepribadian Muslim Pancasila”, Bandung, Sinar Baru, 1991.
Gerungan 2009, psikolog social, bndung refika aditama.
